












Bermain peran jadi pengantin kecil, tanpa sadar janji itu menunggu dewasa
Kita hilang agar bisa bertemu, asing di kota besar, tapi rumah di hati lama
Hari itu sederhana, cinta terasa baru, tapi seolah sudah lama
Angin yang tetap mengalir, sekalipun mereka mencoba menutup setiap celahnya
Gerbang yang dikira rapuh, namun justru membuat langkah mereka terhenti
Pergi adalah ritual pulang yang paling kejam
Reruntuhan itu saling mengenali. Tidak ada arah, hanya kembali
Jarak mendidik untuk sendiri, agar layak berdiri berdampingan
Cinta tumbuh di ruang sempit, namun justru menemukan napasnya
Yang berupaya mematahkan justru layu sendiri
Ruang yang tak pernah dapat direbut, karena takdir menutup pintunya dari luar
Sebuah janji lama akhirnya menemukan namanya
Cinta itu pelangi, dia berganti rupa, namun tak akan berhenti menjadi cinta hanya karena warnanya berbeda.
A/n Nama Mempelai